Monday, July 23News That Matters

Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem Indonesia Ikut Mengecamnya

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyatakan Indonesia akan tetap mendukung Palestina. Secara keseluruhan, lewat keterangan resminya yang dikutip Bisnis, Selasa (15/5/2018), dia menyebutkan lima poin tanggapan atas kebijakan Presiden AS Donald Trump itu.

Pertama, Indonesia mengecam keras kebijakan AS yang membuka Kedubesnya di Yerusalem. Kedua, langkah AS melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, serta mengancam proses perdamaian dan bahkan perdamaian itu sendiri.

Ketiga, Indonesia mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas.

Keempat, Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah AS. Kelima, pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Menlu melalui akun Twitter-nya.

AS telah membuka kedubesnya di Yerusalem, yang dianggap sebagai kota suci, pada Senin (14/5). Acara pembukaannya dihadiri oleh Ivanka Trump dan Jared Kushner, menantu Trump.

Pembukaan kedubes baru itu diprotes keras oleh warga Palestina. Aksi protes dibalas oleh serangan militer dari Israel.

Sebanyak 58 warga Palestina tercatat tewas dan 2.700 lainnya luka-luka dalam peristiwa itu.

Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi Ulama Trilateral (Afghanistan, Indonesia, dan Pakistan) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Mei 2018.

“Pertemuan trilateral ulama ini kita lakukan di tengah keprihatinan dunia, khususnya dunia Islam, terkait dengan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem. Indonesia mengecam keras keputusan ini. Keputusan pemindahan ini melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB,” ujarnya di awal sambutan pembukaan.

Selain mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, Kepala Negara juga meminta negara lain untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat tersebut. Sebab, langkah tersebut dinilai mengancam proses perdamaian antara Palestina dan Israel, serta kawasan.

“Pemindahan ini mengganggu proses perdamaian dan bahkan mengancam perdamaian itu sendiri. Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia,” kata Presiden.

Menlu Retno mengatakan, pemindahan Kedubes yang semula di Tel Aviv merupakan sebuah langkah yang melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB serta mengancam proses perdamaian dan bahkan perdamaian itu sendiri.

“Indonesia mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas,” ujar Retno di Jakarta, Senin malam (14/5/2018).

Pemindahan yang dilakukan pada Senin malam waktu setempat itu membuat Indonesia mengambil sikap untuk terus bersama rakyat Palestina.

“Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat. Pemerintah dan rakyat Indonesia, akan terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya,” ungkap Retno.

Sebelumnya disebutkan langkah Negara Paman Sam itu merupakan bukti pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

Presiden Trump mengatakan pemindahan ini adalah pemenuhan janji kampanyenya pada pemilihan lalu.

Pada Desember lalu, Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sementara itu, Pemerintah Palestina menilai Yerusalem merupakan daerah bersejarah Palestina.

Permasalahan antara Israel dan Palestina telah berlangsung lebih dari satu dekade, di mana telah ratusan ribu nyawa menjadi korban. (Bisnis Indonesia, Tribunnews, Metrotvnews)

Leave a Reply

Your email address will not be published.